Beternak Kambing Secara Intensif

Sukses Beternak Kambing

 

Beternak KambingBeternak kambing dan domba pada masyarakat saat ini masih terbilang masih dalam jumlah yang rendah.

Dengan tingkat kebutuhan akan daging kambing yang sangat tinggi, dibutuhkan teknik secara intensif (komersial) agar menghasilkan dengan kualitas baik.

PT Natural Nusantara melalui produk – produk berkualitasnya serta pedoman budidaya kambing akan membantu dalam meningkatkan produksi daging dengan kualitas terbaik, sehingga dicapai kesuksesan dalam beternak kambing dan domba.

A. Jenis Kambing Dan Domba Potong
Berikut ini beberapa jenis kambing atau domba yang paling banyak di budidayakan dalam masyarakat :

  • Kambing Kacang
    Kambing kacang memiliki ciri diantaranya berbadan relatif kecil dan pendek, telinga pendek dan tegak, terdapat tanduk baik jantan maupun betina, berleher pendek dan punggung meninggi, memiliki bulu dengan warna yang variatif (coklat, hitam, putih, belang kombinasi warna ketiganya).
  • Kambing Peranakan Etawa (PE)
    Kambing etawa sebenarnya adalah kambing penghasil susu. Namun dapat juga dijadikan sebagai kambing penghasil daging juga, terutama untuk kambing yang telah afkir. Jadi dalam beternak kambing etawa memiliki dua keuntungan, baik dari susu ataupun dari daging. Kambing etawa memiliki ciri berbadan tinggi dan besar, memiliki bentuk hidung melengkung ke atas, memiliki telinga yang agak panjang dan agak kaku yang menggantung kebawah, kebanyakan berbulu dengan warna (putih, putih hitam, putih coklat), tanduk agak kecil.
  • Domba Ekor Gemuk
    Domba ekor gemuk sesuai namanya memiliki ekor tebal dan panjang semakin ke ujung semakin mengecil, tidak memiliki tanduk, umumnya berbulu putih namun ada anakan yang berwarna hitam atau kecoklatan.
  • Domba Gibas
    Memiliki bulu yang tebal, sebagian besar berwarna putih, ekor relatif kecil/tipis, domba betina tidak memiliki tanduk, domba jantan bertanduk kecil dan melingkar.

B. Penggemukan Kambing (Domba)
Merupakan suatu teknik beternak kambing atau domba dengan memilihara kambing atau domba dewasa dengan kondisi kurus untuk ditingkatkan berat badannya dan menghasilkan daging dengan kualitas baik dalam waktu yang relatif cepat (3 – 5 bulan).

C. Pemilihan Bibit Kambing (Domba)
Berikut adalah beberap kriteria bibit bakalan yang digunakan untuk penggemukan kambing (domba) :

  • Berumur sekitar 8 – 12 bulan
  • Memiliki postur tubuh normal, sehat, bulu bersih dan mengkilap, garis punggung dan pinggangya lurus.
  • Kondisi kaki lurus, kokoh serta tumit yang tinggi.
  • Tidak terdapat cacat pada tubuhnya dan tidak buta.
  • Memiliki mata tajam dan bersih, hidung yang bersih serta anus yang bersih.

Teknik Pemeliharaan Ternak Kambing (Domba)

A. Pembutan Kandang
Dalam beternak kambing secara intensif pembuatan kandang dengan tipe panggung. Dibuat panggung agar kandang tidak becek serta tidak kontak langsung dengan tanah yang memungkinkan dapat tercemar penyakit. Selain itu adanya kolong akan membuat kotoran kambing dapat langsung jatuh kebawah kolong dan lebih mudah untuk dibersihkan.

Kandang panggung untuk kambing (domba) memiliki kriteria tinggi panggung sekitar 0,5 – 2 meter. Terdapat bak pakan biasanya ditempelkan pada dinding, sekitar sebahu kambing. Untuk domba biasanya agak lebih rendah atau horizontal dengan lantai kandangnya karena domba biasa merumput sedangkan kambing lebih suka memakan dedaunan perdu. Jaga selalu kebersihan kandang agar ternak kambing (domba) selalu sehat.

Ukuran Kandang :

  • Anakan : 1 x 1,2 meter per 2 ekor (lepas sapih).
  • Jantan Dewasa : 1,2 x 1,2 meter per ekor.
  • Dara / Betina Dewasa : 1 x 1,2 meter
  • Induk & Anak : 1,5 x 1,5 meter per induk + 2 anak.

B. Pakan Ternak Kambing
Ternak kambing umumnya diberi makan berupa rerumputan, dedaunan hijau / legume (daun nangka, lamtoro, turi, dll), dan konsentrat. Untuk jenis dedaunan hijau (legume) seperti lamtoro sebaiknya dilayukan dahulu dibawah terik sinar matahari selama 2 – 3 jam untuk menghilangkan racun yang terdapat dalam daun tersebut.

Untuk jenis bahan pakan padat atau konsentrat juga dapat diberikan, diantaranya seperti bekatul, ampas tahu, ketela pohon. Jenis pakan tersebut memiliki nutrisi yang cukup besar untuk pertumbuhan kambing. Untuk kebutuhan pakan per ekor adalah sekitar 3 kg per hari dengan komposisi, bekatul 40% : ampas tahu 40% : ketela pohon 20%.

Untuk pemberian pakan padat / konsentrat disarankan tidak bersamaan dengan pakan hijau, hal ini dikarenakan pakan konsentrat memiliki daya cerna dan nutrisi yang berbeda dengan pakan hijau. Untuk kombinasi pakan hijau, pakan konsentat diberikan sebanyak 1 kg per ekor per hari.

Contoh Pemberian Pakan :

PAKANWAKTUHIJAUANKONSENTRAT
PAGI(±Pukul 08.00)Rumput, LegumeBekatul, ampas tahu, ampas singkong
SORE(±Pukul 15.00)Rumput, LegumeBekatul, ampas tahu, ampas singkong

Catatan :
Disarankan untuk pemberian pakan konsentrat pada saat kambing sudah diberikan pakan hijau namun belum terlalu kenyang.

Selain perpaduan pakan hijau dan konsentrat, dibutuhkan pakan pelengkap lainnya yang memiliki kandungan gizi yang lengkap yang tidak terdapat pada pakan hijau dan konsentrat yang bertujuan mengoptimalkan pertumbuhan ternak. Sebagai pakan pelengkap, PT Natural Nusantara mengeluarkan produk suplemen untuk ternak yang bermanfaat dalam menunjang pertumbuhan ternak yaitu Viterna, POC NASA dan HORMONIK. Produk tersebut memanfaatkan teknologi asam amino dengan dibuat melalui pendekatan fisiologis tubuh kambing (domba), yakni dengan meneliti nutrisi yang dibutuhkan kambing (domba).

Berikut ini adalah kandungan Viterna, POC NASA dan HORMONIK :

  • Terdapat asam amino essensial diantaranya Arginina, Histidina, Leusin, Isoleusin sebagai penyusun protein tubuh, pembentukan sel dan organ tubuh ternak.
  • Terdapat vitamin pelengkap yang bermanfat dalam berlangsungnya proses fisiologis tubuh agar tumbuh dengan normal serta meningkatkan ketahanan tubuh ternak terhadap serangan penyakit.
  • Terdapat kandungan mineral yang lengkap diantaranya N, P, K, Ca, mg , Cl dan lain – lain sebagai penyusun darah, tulang serta untuk mensintetis enzim dalam memperlancar proses metabolisme tubuh ternak.

Cara Penggunaan :
Campurkan ketiga produk NASA tersebut kedalam air minum atau pakan konsentrat, masing – masing ±10 cc atau sekitar 1 tutup botol diberikan per ekor per hari.

Manfaat Produk NASA untuk :

  • Dibuat dari bahan alami / organik, bukan dari bahan kimia atau sintetik.
  • Sebagai bahan pakan tambahan penunjang sumber protein, mineral dan vitamin ternak.
  • Membantu meningkatkan nafsu makan ternak.
  • Membantu adaptasi ternak pada saat pertama kali masuk kandang baru dan mengurangi tingkat stress.
  • Mempercepat tingkat pertumbuhan ternak.
  • Mampu mengurangi bau kotoran ternak.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh ternak terhadap serangan penyakit.
  • Meningkatkan kualitas daging ternak menjadi lebih padat, merah serta rendah lemak.

C. Waktu Reproduksi Kambing
Berikut adalah tata cara dalam proses reproduksi kambing :

  • Kambing dapat melahirkan setiap 7 bulan sekali melalui pengelolaan yang baik.
  • Untuk perkawinan berikutnya dapat dilakukan dalam waktu 1 bulan kemudian setelah melahirkan.
  • Penyapihan anakan dapat dilakukan setelah anakan berusia 3 – 4 bulan.
  • Kambing dewasa berusia antara 8 – 10 bulan.
  • Siklus birahi kambing hingga 17 – 21 hari dengan lama birahi sekitar 24 – 40 jam. Apabila pada pagi hari mengalami birahi maka sore atau ke esokan harinya harus dikawinkan.
  • Masa hamil / bunting sekitar 5 bulan.

Pengendalian Penyakit Pada Kambing

Berikut ini adalah beberapa cara pencegahan serangan penyakit terhadap ternak kambing :

  • Kandang harus terbebas dari penyakit menular. Apabila kandang yang digunakan merupakan bekas kandang yang terserang penyakit, maka kandang harus dicucihamakan menggunakan disinfektan.
  • Kandang ternak harus kuat.
  • Ternak yang baru masuk sebaiknya ditaruh dahulu dikandang karantina dengan perlakuan khusus agar tidak stress.
  • Untuk ternak yang bulunya diduga terdapat penyakit, dimandikan dan digosok menggunakan larutan sabun karbol Bacticol Pour, Triatex atau Granade 5% EC dengan konsentrasi 4,5 gram per 3 liter air.
  • Untuk membasmi kutu pada bulu kambing dapat menggunakan larutan Asuntol berkonsentrasi 3 – 6 gram per 3 liter air.
  • Atur kondisi kandang agar tidak terlalu lembab serta terbebas dari genangan air, yang dapat menyebabkan berkembangnya nyamuk atau hewan sejenis penggigit dan penghisap darah kambing.

Catatan :
Hal utama dalam pengendalian penyakit pada ternak adalah dengan meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh ternak , serta memelihara kebersihan kandang dan lingkungan sekitar kandang. Dengan melakukan monitoring secara kontinyu terhadap ternak dapat segera diberikan penanganan apabila terdapat ternak yang mengalami sakit.

Demikian tips beternak kambing secara intensif semoga dapat menambah wawasan dalam dunia peternakan kambing. Dengan penggunaan Produk NASA semoga dapat memberikan hasil kambing kualitas unggul.

Incoming search terms: