Budidaya Ikan Bawal

budidaya ikan bawal

Budidaya Ikan Bawal

budidaya ikan bawalBudidaya ikan bawal merupakan salah satu peluang usaha yang memiliki pangsa pasar yang luas.

Ikan bawal merupakan salah satu ikan yang banyak digemari oleh masyarakat karena memiliki rasa daging yang enak, tebal dan durinya yang sedikit. Terdapat dua jenis ikan bawal, yakni ikan bawal laut dan ikan bawal air tawar. Kedua jenis ikan bawal ini mempunyai kemiripan yang hampir sama, sehingga masyarakat menyebutnya dengan nama yang sama padahal memiliki jenis yang berbeda.

Bisnis ikan bawal saat ini sangat menjanjikan karena permintaan ikan bawal ini setiap tahunnya mengalami peningkatan, maka dibutuhkan dengan tepat agar produktivitas ikan bawal meningkat. PT Natural Nusantara sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang Agrokompleks akan membantu para peternak ikan bawal dalam meningkatkan panen ikan bawal, baik dari segi kualitas, kuantitas dan kelestarian lingungan yang tetap terjaga.

Cara Budidaya Ikan Bawal

1. Persiapan Kolam
Kolam adalah salah satu faktor penting dalam kesuksesan budidaya ikan bawal. Kolam ikan yang baik adalah yang mampu menyediakan pakan alami serta terbebas dari zat bahaya yang dapat menimbulkan penyakit pada ikan. Berikut persiapan kolam sebelum digunakan, diantaranya :

  • Lakukan pengeringan kolam hingga kebagian dasar kolam yang bertujuan untuk menghilangkan ikan – ikan liar yang dapat menjadi predator atau kompetitor dalam perebutan pakan. Selain itu peneringan bermanfaat dalam mengurangi asam sulfida (H2S) serta senyawa atau zat – zat berbahaya lainnya dan sebagai proses aerasi (pertukaran udara) pada dasar kolam. Oksigen akan masuk pada celah – celah atau pori – pori tanah.
  • Lakukan perbaikan terhadap pematang kolam agar tidak terjadi kebocoran pada saat di masukan air.
  • Setelah kolam kering lakukan pengapuran menggunakan dolomit atau kapur tohor untuk meningkatkan pH tanah pada kolam, selain itu bermanfaat dalam membunuh hama, penyakit atau pathogen yang masih hidup pada proses pengeringan sebelumnya. Untuk dosis penggunaanya adalah 25 kg per 100 m2.
  • Untuk kolam pembesaran ikan bawal sebenarnya tidak mutlak untuk selalu dipupuk dikarenakan pakan ikan bawal berasal dari pakan buatan. Namun apabila dilakukan pemupukan gunakan pupuk kandang dengan dosisi 25 – 50 kg per 100 m2 dan TSP dengan dosis 3 kg per 100 m2. Untuk pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk yang benar – benar sudah matang.
  • Setelah pemupukan masukan air dengan ketinggian sekitar 2 – 3 cm dan didiamkan selama 2 – 3 hari, kemudian masukan lagi air pada kolam sedikit demi sedikit hingga setinggi 40 – 60 cm dan terus diatur hingga mencapai kedalaman 80 – 120 cm sesuai kepadatan populasi ikan.
  • Lakukan penebaran benih ikan bawal apabila air sudah berwarna hijau terang (sekitar 7 – 10 hari pasca pemupukan).
  • Untuk pemupukan berikutnya adalah menggunakan TON (Tambak Organik Nusantara) yang memiliki kandungan penting untuk menumbuhkan plankton yang bermanfaat sebagai pakan alami ikan. Pupuk TON memiliki kandungan diantaranya N, P, K, Mg, Ca, Mg, S, Cl dan sebagainya yang dilengkapi juga dengan kandungan asam humat dan vulvat untuk memperbaiki tekstur serta kesuburan tanah pada kolam. Untuk dosis penggunaan TON adalah 6 kg per hektar atau sekitar 25 gram per 100 m2 pada setiap pemasukan air kolam.

2. Pemilihan Dan Penebaran Benih Ikan Bawal
Pemilihan benih adalah salah satu hal penting dalam budidaya ikan bawal dengan kualitas bagus. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan benih ikan bawal, diantaranya :

  • Benih dalam kondisi sehat (tidak membawa benih oenyakit).
  • Memiliki kelengkapan anggota tubuh yang lengkap (tidak cacat).
  • Benih memiliki pergerakan yang aktif.
  • Ukuran benih seragam.
  • Berasal dari benih unggul.

Dalam proses penebaran benih, sebaiknya benih di adaptasikan terlebih dahulu agar tidak terjadi stress saat pertama dipindahkan. Cara perlakuan adaptasi benih ikan bawal adalah ikan yang masih dalam plastik dengan kondisis tertutup, masukan kedalam kolam pembesaran dan biarkan dinding plastik tersebut mengembun. Hal ini untuk menyamakan suhu antara kolam dengan air yang terdapat pada plastik, kemudian buka plastik dan masukan air kolam kedalam plastik sedikit demi sedikit hingga benih terlihat dalam kondisi yang baik dan baru benih dilepas secara perlahan.

Sebenarnya ikan bawal tumbuh baik pada kolam dengan aliran air yang deras, dengan dialiri air pada tepian laut untuk ikan bawal air laut atau melalui aliran air sungai untuk ikan bawal air tawar. Tapi ikan bawal juga dapat dibudidayakan pada kolam dengan kondisi air yang tenang.

Ikan bawal merupakan ikan yang memiliki ketahanan / kelangsungan hidup yang sangat baik sekitar 90%. Bahkan ikan ini mampu tumbuh dengan kepadatan populasi yang tinggi. Selain itu ikan bawal sangat mudah dalam pemberian pakannya, karena ikan ini merupakan jenis ikan omnivora yang memiliki nafsu makan yang cukup besar.

Dalam budidaya ikan bawal diperlukan pakan dengan kualitas yang baik, agar tercapai pertumbuhan ikan bawal yang maksimal. Pakan terbaik adalah pakan yang dapat mencukupi nutrisi untuk pertumbuhan ikan secara baik. Karena ikan bawal merupakan ikan omnivora, maka pakan yang diberikan dapat berupa dedaunan atau pelet buatan sendiri. Total pelet yang diberikan pada ikan adalah sekitar 3 – 5% dari bobot ikan tersebut (dengan diperkiran jumlah bobot ternak ikan).

Dalam memberikan pakan dapat dengan ditebar secara langsung ke kolam secara merata ke seluruh area kolam. Gunakan produk organik NASA yakni VITERNA Plus, POC NASA dan HORMONIK dengan dicampurkan pada pakan, untuk mencukupi nutrisi untuk meningkatkan pertumbuhan ikan secara cepat, karena memiliki kandungan mineral penting yang dibutuhkan ternak serta protein, vitamin, lemak yang kurang mencukupi pada pakan.

Cara penggunaan ketiga produk organik NASA tersebut adalah dengan mencampurkannya menjadi satu, kemudian gunakan satu tutup botol campuran tersebut bersama sedikit air. Semprotkan campuran tersebut untuk pakan sekitar 2,5 kg hingga merata, setelah itu diamkan pakan dengan diangin – anginkan agar meresap pada pakan dengan sempurna, kemudian pakan siap diberikan pada ternak ikan bawal.

Manfaat Produk NASA Untuk Ternak Ikan Bawal

  • VITERNA Plus
    Viterna Plus dibuat menggunakan teknologi asam amino melalui pendekatan fisiologis tubuh ikan, dengan meneliti kebutuhan nutrisi ikan untuk pertumbuhannya.
  • POC NASA
    Dengan kanduangan mineral yang penting sebagai penunjang pertumbuhan ikan seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan sebagainya dan memiliki kandungan lemak nabati dan protein yang baik untuk meningkatkan bobot harian ikan, untuk ketahanan tubuh ikan dari serangan penyakit serta baik untuk menurunkan kadar kolesterol yang terdapat pada daging.
  • HORMONIK
    Merupakan sebagai zat pengatur pertumbuhan ternak ikan dengan baik secara keseluruhan.

budidaya ikan bawal

Ikan bawal memiliki keunggulan lain yakni dalam mencerna makanan dengan baik. Selain dengan pakan alami, penggunaan pakan buatan yang rendah protein sekitar 20 % dengan harga yang sangat murah juga dapat digunakan, sehingga budidaya ikan bawal memiliki keuntungan ekonomis yang baik. Untuk perbandingan penggunaan pakan dari awal hingga panen adalah, sebanyak 1 kg pakan yang digunakan mampu menghasilkan daging ikan bawal sekitar 0,7 – 0,8 kg.

Kemudian untuk menjaga kualitas air kolam agar tetap baik dalam beternak ikan bawal, gunakan pupuk TON NASA dengan dosis penggunaannya adalah 5 tutup botol per hektar atau sekitar 25 gram per 100 m2. Pupuk organik NASA untuk kolam / tambak perikanan ini memiliki kandungan unsur mineral dan asam organik penting yang mampu menetralkan kembali zat berbahaya yang terdapat pada kolam dari hasil pembusukan kotoran yang mengendap dalam kolam, selain itu dengan kandungan mineral bermanfaat untuk menyuburkan plankton sebaga pakan alami ikan dikolam.

Dalam budidaya ikan bawal ini dapat dipanen setelah 4 – 6 bulan pemeliharaan, atau sudah mencapai ukuran 500 gram per ekor dengan kepadatan populasi penebaran bibit dalam kolam adalah 4 ekor per m2. Alat yang umumnya digunakan untuk memanen ikan bawal adalah waring bermata lebar. Pada saat pemanenan persiapkan dahulu tempat penampungan ikan dengan ukuran yang besar dan diletakkan pada perairan dengan kondisi airnya yang terus mengalir. Hal ini bermanfaat untuk mencegah terjadinya kematian atau kerusakan pada ikan sebelum dilakukan proses pengangkutan.

Penyakit Dalam Budidaya Ikan Bawal

Dalam budidaya ikan bawal penyakit yang pernah ditemukan pada ikan bawal air tawar umumnya disebabkan beberapa hal berikut, diantaranya adalah :

  • Parasit / Virus
    Untuk penyakit jenis bintik putih (white spot) atau “Ich” umumnya disebabkan oleh virus yang datang pada musim hujan. Untuk penanganannya adalah dengan dengan memberikan garam pada air kolam. Selain itu penyakit ini muncul akibat suhu kolam pembesaran ikan bawal yang terlalu dingin. Untuk mengatasi hal ini adalah dengan meningkatkan suhu air kolam sekitar 29 derajad Celcius, caranya adalah dengan menurunkan kedalaman (tinggi air kolam) kemudian air kolam diberi formalin 25 ppm.
  • Bakteri
    Penyakit ikan bawal yang biasa disebabkan penyakit umumnya adalah Streptococus sp. dan Kurthia sp. Untuk penanggulangannya adalah dengan memberikan antibiotik tetrasiklin dengan dosis pemberiannya sekitar 10 ppm.
  • Kapang / Jamur
    Penyakit karena jamur ini biasanya dikarenakan adanya luka akibat dari penanganan yang kurang hati – hati. Untuk penanggulangannya adalah dengan menggunakan Kalium Permanganat (PK) dengan dosis pemberiannya sekitar 2-3 ppm.

Demikianlah panduan menggunakan produk organik NASA dari awal persiapan kolam hingga pemanenan. Semoga melalui tutorial budidaya ikan bawal ini dapat memberikan keuntungan yang lebih dalam usaha ikan bawal.

Incoming search terms: