Budidaya Ikan Gurame

budidaya ikan gurami

budidaya ikan gurameBudidaya ikan gurame adalah sebuah bisnis perikanan yang sangat menggiurkan karena ikan gurame merupakan salah satu ikan favorit pada masyarakat.

Selain pemasaran ikan gurame dapat di lakukan di pasar – pasar tradisonal dan pasar modern yang menyediakan ikan gurame segar, pemasaran ikan gurame juga dapat dilakukan pada rumah – rumah makan atau restoran yang saat ini mulai banyak bermunculan dengan berbagian varian masakan gurame.

Seiring permintaan pasar yang besar harus di barengi dengan produktivitas dalam budidaya ikan gurami juga. PT Natural Nusantara akan membantu dalam meningkatkan panen ikan gurame dengan selalu memperhatikan aspek kualitas, kuantitas serta kelestarian lingkungan. Melalui panduan yang tepat serta penggunaan produk organik NASA, semoga dapat membantu sukses budidaya ikan gurami para peternak ikan gurami.

Teknik Budidaya Ikan Gurame

A. Lokasi Budidaya Ikan Gurame

  • sangat cocok pada daerah dengan ketinggian sekitar 50 – 4000 mdpl untuk pertumbuhan secara normal.
  • Tanah yang baik digunakan dalam budidaya ikan gurame adalah tanah dengan jenis lempung / liat yang tidak berporos yang bagus dalam menahan debit air yang besar dan tidak mudah bocor apabila digunakan sebagai dinding / pematang kolam, selain itu memiliki kandungan humus yang baik dalam untuk kesuburan lingkungan kolam.
  • Untuk kemiringan kolam berkisar 3 – 5 % agar pengairan pada kolam berjalan dengan baik.
    Memiliki kondisi air yang baik, bersih serta dasar kolam tidak berlumpur atau terlalu keruh, tidak mengandung bahan kimia dan limbah pabrik berbahaya.
  • Kedalaman air sekitar 70 – 100 cm dengan seistem pengairan yang terlus mengalir dengan baik untuk pertumbuhan ikan gurame secara optimal.
  • Debit air pada kolam secara tradisional sekitar 3 liter per detik, sedangkan untuk pemeliharaan secara polikultur sekitar 6 – 12 liter per detik.
  • Suhu air sekitar 24 – 28 derajat Celcius.
  • Keasaman (pH) air sekitar 6,5 – 8.

B. Kolam Budidaya Ikan Gurame
Berikut beberapa kolam yang digunakan selama budidaya ikan gurame, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Kolam Penyimpanan Induk
    Kolam ini merupakan kolam tanah dengan ukuran luas sekitar 10 m2, kedalaman minimal sekitar 50 cm, kepadatan populasi kolam induk sebanyak 20 ekor indukan betina dan 10 ekor indukan jantan.
  • Kolam Pemijahan
    Berbentuk kolam tanah dengan luas kolam sekitar 200 – 300 m2 dengan kepadatan populasi kolam indukan 1 ekor membutuhkan 2 – 10 m2 (tergantung dengan sistem pemijahannya). Untuk suhu air pada kolam sekitar 24 – 28 derajat Celcius dengan kedalaman air sekitar 75 – 100 cm dengan dasar kolam sebaiknya berpasir. Taruh ijuk sebagai tempat peletakan telur ikan gurame.
  • Kolam Pendederan
    Kolam pendederan merupakan kolam untuk pemeliharaan benih ikan gurami, dengan luas kolam sekitar 50 – 100 m2 dan kedalaman airnya sekitar 30 – 50 cm. Untuk kepadatan populasi sekitar 5 – 10 ekor per m2. Lama pemeliharaan benih ikan sekitar 3 – 4 minggu hingga benih berukuran 3 – 5 cm.
  • Kolam Pembesaran
    Untuk kolam pembesaran sebaiknya ditebar benih tidak lebih sebanyak 10 ekor per m2. Kadang dibutuhkan juga beberapa kolam jaring ukuran 1,25 – 1,5 cm.
  • Kolam Pemberokan
    Kolam pemberokan merupakan tempat untuk dilakukan pembersihan ikan sebelum dipasarkan.

C. Cara Pembuatan Kolam

  • Persiapkan lahan dengan ukuran sekitar 10 x 10 meter.
  • Pembuatan pematang kolam dengan ukuran, lebar 0,5 meter, bagian bawah 1 meter dan tinggi 1 meter.
  • Pasang pipa atau paralon atau bambu sebagai tempat masuk dan keluar air, kemudian atur tinggi rendahnya agar air mengalir dengan baik.
  • Lakukan pencangkulan pada dasar kolam induk dan ratakan kembali agar tanah lembut setelah dimasukan air dan lubang – lubang tanah atau pori – pori tanah dapat tertutup agar tidak menyebabkan kebocoran pada kolam. Untuk dasar kolam dibuat miring ke arah tempat keluar air.
  • Buatlah saluran yang memanjang dari arah masuk air ke arah keluar air pada tengah kolam induk dengan lebar sekitar 0,5 meter dan kedalamannya sekitar 15 cm.
  • Tebarkan pupuk TON dan dicampur dengan pupuk makro pada tanah kolam secara merata dan masukan air sekitar 0,75 – 1 meter dan diamkan sekitar 1 minggu untuk menumbuhkan plankton, lumut dan untuk menguji ketahanan kolam agar tidak mudah bocor.

D. Pembibitan

1. Pemilihan Indukan Gurame
Berikut adalah beberapa ciri indukan gurame yang baik untuk digunakan, diantaranya :

  • Pergerakan ikan normal dan lincah.
  • Mempunyai sifat pertumbuhan yang cepat.
  • Bentuk ukuran kepala relatif kecil.
  • Memiliki bentuk badan yang ideal (perbandingan antara panjang dan bobot ideal).
  • Memiliki susuann sisik ikan yang teratur, cerah, mengkilap dan tidak terdapat cacat atau luka.
  • Memiliki bentuk bibir yang bagus seperti pisang, mulut kecil dan tidak memiliki janggut.
  • Umur ikan sekitar 2 – 5 tahun.

Berikut ini beberapa perbedaan antara indukan jantan dan indukan betina ikan gurame.

INDUKAN BETINAINDUKAN JANTAN

PERBEDAAN INDUKAN GURAME JANTAN & INDUKAN GURAME BETINA
GURAME JANTANGURAME BETINA
DAHI MENONJOLDAHI MENONJOL
DAGU BERWARNA KUNINGDAGU BERWARNA PUTIH KECOKLATAN
DASAR SIRIP DADA TERANG KEPUTIHANDASAR SIRIP DADA TERANG GELAP KEHITAMAN
APABILA DILETAKKAN PADA TEMPAT DATAR, EKOR AKAN NAIK KE ATASAPABILA DILETAKKAN PADA TEMPAT DATAR, EKOR HANYA BERGERAK – GERAK
APABILA PERUT DISTRIPING, AKAN MENGELUARKAN CAIRAN SPERMA BERWARNA PUTIHAPABILA PERUT DISTRIPING, TIDAK MENGELUARKAN CAIRAN

 

cara budidaya ikan gurame

2. Pemeliharaan Indukan Ikan Gurami
Pilihlah sebanyak 20 – 30 ekor ikan gurame untuk kolam ukuran 10 m2 (kolam penyimpanan indukan). Kemudidan berikan pakan berupa dedaunan sbanyak 1/3 kg per induk dengan berat sekitar 2 – 3 kg setiap hari pada sore harinya. Kemudian berikan pakan tambahan berupa dedak halus dengan diseduh menggunakan air panas tiap 2 kali seminggu dengan takaran sekitar 0,5 blek minyak tanah.

3. Proses Pembenihan
Masukan indukan pada kolam pemijahan apabila gonad telah matang (mencapai puncaknya). Berikut cara pemijahan ikan gurami :

  • Lakukan perbaikan pada tanggul kolam serta dasar kolam dilakukan pengeringan sekitar 5 hari.
  • Lakukan penetralan ph tanah melalui pengapuran dan sekaligus pemberian pupuk pada kolam dan di amkan kolam sekitar 3 hari. Dosis penggunaan pupuk dasar kolam menggunakan pupuk kandang sekitar 7,5 kg per 100 m2.
  • Tanami dasar kolam dengan tanaman ganggang.
  • Maasukan air pada kolam yang sudah dicampur dengan pupuk TON dan pupuk makro TSP dengan perbandingan 100 gram : 500 gram per 100 m2, diamkan selama 1 minggu untuk menumbuhkan pakan alami ikan dan selanjutnya tambahkan kembali air hingga kedalam mencapai 75 cm.
  • Untuk kolam dengan luas sekitar 100 m2, di sebar sebanyak indukan betina 30 ekor dan indukan jantan 10 ekor.
  • Selama proses pemijahan sekitar 1 – 2 hari, indukan betina akan mengeluarkan telur – telurnya pada sarang yang kemudian akan dibuahi oleh sperma indukan jantan.
  • Apabila pemeliharaan berjalan dengan baik, indukan betina akan memijah lagi dan telur – telur yang telah dibuahi akan menetas.

4. Pemeliharaan Bibit Ikan Gurami
Pada saat benih sudah berumur 1 – 2 bulan setelah menetas, benih dapat dipindahkan ke kolam pendederan. Tebarkan benih pada kolam dengan kepadatan 30 ekor ikan per m2 dengan ukuran benih sekitar 5 – 10 cm. Untuk jenis pakan yang digunakan selama proses pemeliharaan adalah rayap atau dedaunan yang telah dilunakan sebanyak 20 – 30 % dari bobot rata – rata ikan. Untuk pakan tambahannya berupa dedak halus dengan diseduh menggunakan air panas dengan diberikan 1 kali dalam seminggu. Untuk takarannya sebanyak 1 blek minyak tanah untuk sebanyak 100 ekor benih ikan gurami. Untuk proses pendederan ikan berlangsung sekitar 1 – 2 bulan.

Proses Pembesaran Ikan Gurami

Untuk pembesaran ikan gurami dapat dilakukan dengan sistem polikultur dan monokultur. Berikut penjelasannya :

  • Polikultur
    Merupakan cara budidaya ikan gurame bersama ikan lain, diantaranya ikan mas, ikan nila, ikan tawes, ikan mujair atau ikan lele. Hal ini lebih efektif dikarenakan akan menguntungkan karena ikan gurame memiliki pertumbuhan yang lebih lambat daripada jenis ikan lainnya.
  • Monokultur
    Merupakan cara budidaya ikan gurame hanya ikan gurami sendiri tanpa dicampur bersama ikan lainnya. Umur bibit yang ditebar minimal sudah berumur 2 bulan. Untuk kepadatan penebaran bibitnya adalah sebanyak 500 ekor bibit pada kolam dengan luas 1500 m2 dan dengan ukuran bibit sekitar 10 – 15 cm.

1. Pemupukan Kolam Budidaya Ikan Gurame
Selama proses pemeliharaan ikan gurami, pemupukan dilakukan sebanyak 1 kali menggunakan pupuk TON (Tambak Organik Nusantara) dan pupuk makro. Setelah pemupukan kolam didiamkan sekitar 7 hari. Pemupukan kolam ini dilakukan sebelum benih ditebar dikolam.

2. Pemberian Pakan Ikan Gurami
Untuk pakan utama yang digunakan untuk proses pembesaran ikan gurami adalah pelet. Agar kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan dapat tercukupi, gunakan kombinasi produk NASA VITERNA Plus + HORMONIK + POC NASA untuk memperoleh hasil yang optimal. Slain itu dapat juga diberikan pakan tambahan diantaranya adalah daun pepaya, ubi jalar, ketela pohon, genjer, keladi, kangkung, kimpul, ketimun, labu dan dadap.

3. Pemeliharaan Kolam Budidaya Ikan Gurame
Bersihkan kolam dengan cara dikuras dari sisa budidaya ternak ikan sebelumnya. Kemudian lakukan pemupukan seperti biasa dan ditambah dengan pupuk TON agar kelestarian lingkungan kolam tetap terjaga dan untuk menumbuhkan pakan alami ikan yang akan dibudidayakan.

4. Panen
Lama waktu pemanenan benih saat benih sudah berumur 1 bulan atau bibit ikan gurami sudah mencapai bo bot 0,3 gram per ekor. Cara panennya adalah dengan menyurutkan / menguras air pada kolam sedikit demi sedikit, pada pintu keluar air dipasang jaring jaring lembut untuk menampung benih atau dapat juga dibuatkan parit – parit pada tengah kolam ke arah lubang keluar. Untuk panen pembesaran menyesuaikan permintaan pasar. Kemudian untuk proses penangkapan sebaiknya dilakukan pada pagi hari.

5.Pasca Panen
Untuk proses distribusi / pengangkutan ke tempat tujuan dilakukan secara hati – hati, untuk menghindari luka, cacat bahkan kematian pada ikan. Hal ini dapat terjadi akibat salah pengangkutan, diantaranya mengenai kepadatan yang terlalu tinggi serta perlakuan yang terlalu mendadak tanpa adanya proses adaptasi pemindahan. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengangkutan, agar ikan tetap dalam kondisi segar, diantaranya adalah :

  • Untuk benih ikan gurami dengan ukuran 5 cm masih membutuhkan oksigen, hal ini dikarenakan alat pernafasan tambahan / labirin pada ikan belum terbentuk dengan sempurna.
  • Untuk kepadatan jumlah benih harus di sesuaikan berdasarkan ukuran benih dan jarak tempuh lokasi pengiriman. Untuk lokasi pengiriman dengan jarak sekitar 25 km atau sekitar jarak tempuh satu jam, jumlah benih dapat ditambah / lebih banyak. Sedangkan untuk jarak tempuh yang jauh sekitar 100 km kepadatan benih harus dikurangi / tidak terlalu padat. Karena duri sirip atau tutup insang berpotensi akan saling bergesekan selama proses proses pengiriman yang dapat mengakibatkan ikan menjadi stress dan pada akhirnya mati.
  • Sebagai upaya untuk mengurangi tingkat stress pada ikan dengan menurunkan suhu air atau digunakan obat bius, diantaranya phenoxyethanol dengan dosis 0,15 mg per liter air.
  • Untuk ikan gurami dengan bobot antara 500 – 600 gram dapat diangkut dengan jumlah 15 ekor per 10 liter air selama 6 jam.

Demikian mengenai tips budidaya ikan gurame dengan produk organik NASA. Semoga dengan panduan budidaya ikan gurame secara benar dapat memberikan hasil panen ikan gurame yang optimal, dan tercapai kesuksesan dalam bisnis ikan gurami.

Incoming search terms: