Dari Mana Bonus NASA Itu ??

Dari Mana Bonus NASA Itu ??

Dari mana bonus NASA itu?

Setiap produk kebutuhan sehari-hari apapapun di dunia ini selalu mengandung “biaya iklan”, yang biaya iklan itu biasanya diberikan kepada media masa seperti TV, koran, radio, dll…

TETAPI di PT NASA alokasi “biaya iklan” itu dikasihkan kepada orang-orang yang terlibat mengiklankan sehingga terjadi penjualan. Jadi bonus di PT NASA adalah bukan dari “mengeruk” uang orang lain tetapi uang alokasi iklan dari PT NASA.

Beruntunglah teman-teman yang

  1. Tidak usah merayu orang untuk Jadi Member.. Malah anda akan sering kehabisan Starterkit atau Formulir pendaftaran, bahkan sering harus menyeleksi (menolak dengan halus).
  2. Produk NASA di seluruh Indonesia jadi barang ANTIK / Susah di temukan..
  3. Tidak ada di Apotek ataupun TOKO obat atau toko pupuk>> Kecuali anda setori/titip produk disana/anda jadikan distributor.
  4. Anda tinggal pasang alat bantu seperti Spanduk dengan Tulisan.” Di SINI MENERIMA INDEN PRODUK NASA” seperti Biro/ agency Kargo/ Jualan Tiket…
  5. Fakta dan Realita Bahwa Pelanggan sering Protes dengan keterlambatan Pengiriman “Artinya Pasar menanti, menunggu dan Mengharapkan Ketersediaan Produk”.

Orang yang tidak punya kartu Distributor tapi minta Harga Distributor, ini jawabnya : Orangnya pasti suka yang melanggar aturan, suka curang, suka berbuat jahat, karena bukan Haknya kok diminta, suka mengemis.. katakan saja ke dia kalau di PT NASA itu hanya ada 2 harga, Harga Distributor dan Harga Konsumen, lha kamu itu (tanya ke orangya) Distributor atau Konsumen? Jika belum punya kartu Distributor kok minta Harga Distributor itu kamu itu curang atau tidak?

Perlu diketahui nanti pasti anda akan ketemu yang alergi dengan kata-kata Point, PV, BV, padahal itu sejak puluhan tahun yang lalu sudah digunakan untuk mengetahui besar kecilnya kinerja atau berapa besar andil dalam suatu pekerjaan.. Misalnya : Para guru-guru, dosen-dosen, PNS dan karyawan diperusahaan, mereka itu oleh bagian Kepegawaian juga dinilai besar kecilnya Kridit Point yang masing-masing orang kumpulkan, bahkan untuk mengejar agar Kridit Pointnya agar besar maka mereka sampai mengikuti Seminar-Seminar atau Pelatihan-Pelatihan dan melakukan kerjaan lembur, dll… Ketika kita belanja disuatu Super Market, kadang ada yang memberi Kartu Member hanya dengan biaya ganti cetak kartu member. Selanjutnya setiap pembelanjaan akan dihitung sampai berapa Point yang terkumpul, suatu saat nanti yang memenuhi ketentuan maka akan diberi Hadiah.

Dibeberapa Toko juga mengembangkan pengumpulan Point oleh Karyawan, ketika berhasil meyakinkan pembeli untuk membeli barang di Toko itu akan diberi Point berbanding lurus dari berapa besar belanjaan pengunjung yang belanja disitu, nanti Point-Point itu untuk menghitung berapa besar Bonus masing-masing karyawan yang bekerja di Toko itu, sebagai hadiah atau alokasi biaya iklan.. Tentunya setiap orang jika berbeda besar Point yang dikumpulkan artinya juga beda besar-kecil jasanya, maka akan beda juga besar-kecilnya Bonus atau Hadiah… Demikian Info Bisnis NASA Dan SEMANGAT PAGIIIIII…..!!!

Di PT NASA, walapun kita bisa merekrut jutaan orang tetap saja tidak mendapatkan bonus apapun walau 1 rupiahpun. Karena NASA tidak “member get member”. Jika ada orang beli KIT, itu tujuannya hanyalah agar sah mendapatkan harga distributor. sedangkan orang tersebut yang mendaftar tidak dirugikan, karena mendapatkan Produk yang nilainya melebihi uang yang dikeluarkan. Sehingga jika ada orang yang bergabung di NASA selanjutnya tidak berkembang maka dia tidak rugi, bahkan ada yang mengembalikan uang pendaftaran Rp 60.000,- ke orang yg tidak berkembang tersebut dan silahkan produknya diambil..

Dari Mana Bonus NASA Itu ??

JIKA ada orang yang sok merasa tahu tentang NASA dan “mengharamkan NASA”, maka orang tersebut yang merasa lebih tahu itu kita minta menda’wahi kita jika dia merasa Bisnis Nasa itu haram… (Pembuktian terbalik) Melanggar syariat yang mana? Jika dianggap ada ===> Yang jelas sudah dikaji kehalalannya, dan syarat halal sudah terpenuhi seperti tidak ada unsur bersifat :

  1. Gharar (penipuan),
  2. Ikrah (pemaksaan, meski secara halus),
  3. Ghisy (kecurangan),
  4. Maysir (untung-untungan, judi),
  5. Riba,
  6. Ghubn fahisy (mark up harga yang terlalu),
  7. Jahalah (ketidakjelasan),
  8. Zhulm (merugikan),
  9. Dharar (membahayakan),

dan yang semacamnya, barangnya juga bermanfaat dan manfaatnya melebihi harga barangnya / bukan barang akal-akalan yang hanya untuk kamuflase permainan uang atau arisan berantai, barangnya halal..

Incoming search terms: