Keputihan

Keputihan

 

Bahaya KeputihanKeputihan adalah suatu hal yang klasik dan pasti dialami oleh setiap wanita. Ironisnya dari hal ini ternyata dari beberapa kalangan wanita masih belum mengerti tentang hal ini, baik penyebab maupun pencegahannya.

Hal ini tidak bisa dilihat sebagai suatu hal yang ringan. Penanganan yang tidak baik akan dapat berakibat buruk bagi kesehatan kewanitaan.

Selain sangat mengganggu aktifitas sehari-hari, salah satu dari dampak buruknya diantaranya adalah kemandulan, kehamilan ektopik atau hamil diluar kandungan. Patut diketahui gejala awal dari kanker leher rahim biasanya diawali dengan adanya keputihan yang sudah kronis. Jika tidak ditangani dengan baik akan sangat berbahaya sekali dan dapat mengancam jiwa si pasien. Untuk itu harus diwaspadai dan jangan dianggap enteng.

Keputihan biasnya sering dialami oleh wanita masa hamil, ini dikarenakan saat hamil terjadi perubahan hormonal yang berakibat pada peningkatan produksi cairan. Selain itu juga dapat diakibatkan karena terjadinya penurunan keasaman pada miss v, perubahan kondisi pencernaan.

Jenis Keputihan :

Keputihan berdasarkan sifatnya dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu bersifat Fisiologis dan bersifat Patologis.

1. Fisiologis (Normal)

Keputihan fisiologis sering terjadi pada masa subur dan pasa saat sebelum maupun setelah menstruasi. Dalam kondisi ini biasanya terdapat lendir atau cairan yang berlebih. Tapi ini adalah hal yang normal, tidak menyebabkan gatal atau menimbulkan bau. Hal ini tidak berpengaruh secara langsung pada wanita yang sedang hamil karena terdapat selaput ketuban yang dapat melindungi si janin. Berikut beberapa ciri – cirinya :

  • Cairannya berbentuk encer
  • Cairannya berwarna bening atau krem
  • Cairannya tidak menimbulkan bau
  • Tidak menimbulkan gatal
  • Cairan yang keluar dalam jumlah sedikit

2.  Patologis (Tidak Normal)

Keputihan patologis dapat digolongkan dalam jenis penyakit. Karena keputihan jenin sini dapat mengganggu kesehatan si pasien, khususnya kesehatan area kewanitaan. Penderita keputihan patologis dapat berdampak pada meningkatnya resiko bayi lahir prematur. Tidak hanya bagi ibu, bayi yang lahir tersebutpun dapat juga terkena infeksi. Bayi yang terkena infeksi virus tersebut beresiko terhadap gangguan pernapasan dan pencernaan yang akibat buruknya dapat menyebabkan kematian. Sedang infeksi akibat bakteri dapat berdampak pada kebutaan. Berikut beberapa ciri – cirinya :

  • Cairan berbentuk kental
  • Cairan berwarna seperti putih susu, kuning hingga hijau
  • Cairan dapat menimbulkan gatal
  • Umumnya cairan yang keluar meninggalkan bercak – bercak pada celana dalam
  • Cairan yang keluar biasanya sangat banyak
  • Cairan dapat menimbulkan bau tak sedap

Berikut ini beberapa penyebab yang dapat kita hindari.

1. Stress
Semua organ tubuh manusia semuanya dikontrol oleh otak, jika otak mengalami stress maka akan berakibat pada perubahan hormon dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan terjadinya keputihan.

2. Konsumsi Obat – Obatan
Penggunaan obat – obatan jangka lama dapat berdampak pada sistem imun tubuh wanita, penggunaan obat antibiotik ini dapat berakibat pada keputihan. Penggunaan pil KB dapat menyebabkan gangguan hormonal.

3. Jamur, Bakteri, Parasit Dan Virus

  • Jamur Candidas atau Monilia
    Keputihan akibat jamur ini memiliki ciri diantaranya adalah cairannya bersifat sangat kental, memiliki warna putih susu, menimbulkan bau tak sedap dan gatal sekitar daerah kewanitaan. Kondisi yang demikian dapat menyebabkan area kewanitaan menjadi radang dan kemerahan. Kondisi ini juga dapat dipicu oleh beberapa hal seperti penggunaan pil KB, memiliki masalah penyakit kencing manis, kondisi daya tahan tubuh rendah.
  • Bakteri Gardnella
    Keputihan akibat bakteri ini memiliki ciri diantaranya cairannya berbau amis dan berbuih, agak encer dan berwarna keabuan, dapat menimbulkan gatal yang sangat mengganggu.
  • Parasit Trichomonas Vaginalis
    Keputihan akibat parasit ini dapat menular melalui hubungan seks, penggunaan perlengkapan mandi dan bibir kloset. Ciri yang nampak diantaranya berwarna kuning bahkan hijua, cairan sangat kental, berau anyir dan berbuih. Tanda – tanda lain yang dirasakan diantaranya tidak menyebabkan rasa gatal, namun jika miss v tertekan akan teras sakit.
  • Virus
    Keputihan akibat virus ini muncul akibat adanya penyakit kelamin seperti HIV atau AIDS, conyloma, herpes. Virus condyloma ditandai diantaranya munculnya kutil dalam jumlah banyak dan diikuti cairan berbau. Yang biasa terjangkit oleh akibat virus ini adalah ibu hamil. Herpes merupakan virus yang ditularkan melalui hubungan seks. Akibat dari penyakit ini memiliki ciri diantaranya terdapat luka sekitar lubang miss v yang melepuh. Akibat nya terasa gatal dan panas pada area kewanitaan. Selain hal – hal tadi keputihan akibat virus juga dapat memicu terhadap munculnya kanker leher rahim yang sangat berbahaya.

Pencegahan

  • Selalu menjaga kebersihan organ kewanitaan. Membersihkan kewanitaan dapat menggunakan pembersih yang tidak mengganggu kestabilan PH kewanitaan. Hindari menggunakan bedak atau bubuk yang bertujuan mengharumkan atau membuat keset kewanitaan. Kondisi bedak yang sangat kecil dan lembut mudah terselip dan sangat sulit dibersihkan yang berakibat datangnya jamur pada miss v.
  • Menjaga kewanitaan dalam kondisi kering. Jangan lupa selalu keringkan kewanitaan setelah mandi, cebok maupun mencuci miss v sebelum menggunakan pakaian. Gunakan pakaian selalu dalam keadaan kering. Gunakan celana dalam dari bahan jenis katun karensa dapat menyerap keringat dengan baik. Hindari menggunakan celana luar ketat karena dapat mengganggu sirkulasi area kewanitaan. Masa mentruasi sesering mungkin mengganti pembalut.
  • Hindari stress, rilekskan fikiran anda jika perlu ambil cuti libur. Istirahatkan badan anda kurangi kegiatan yang dapat membuat fikiran menjadi berat.

Semoga dengan selalu menerapkan pola hidup sehat, dapat terhindar dari bahaya keputihan.