Ternak Bebek Petelur

ternak itik petelur

Ternak Bebek Petelur

ternak bebek petelurTernak bebek petelur pada masyarakat umumnya masih dalam skala kecil padahal kebutuhan telur bebek dipasaran tergolong cukup tinggi.

Dengan demikian diperlukan usaha secara intensif atau lebih komersial agar kebutuhan telur bebek dapat tercukupi, baik telur segar, telur olahan dan telur tetas. PT Natural Nusantara melalui prinsip kualitas, kuantitas dan kesehatan, akan membantu dalam memajukan peternakan bebek / itik petelur agar didapat telur dan daging dengan hasil yang optimal.

Produktivitas dari bebek atau itik petelur dapat ditingkatkan melalui cara beternak bebek / itik petelur secara intensif atau semi intensif, sehingga dapat dihasilkan telur bebek / itik sebanyak 200 – 250 butir per ekor per tahunnya. Bebek / Itik ini dapat memproduksi telurnya sepanjang tahun, kecuali pada saat terjadi kerontokan bulu.

Jenis Bebek / Itik Petelur Indonesia

  1. Bebek / Itik Tegal
    Jenis bebek ini memiliki ciri bentuk badan yang tegak lurus dan langsing mirip dengan botol. Tinggi dari bebek tegal sekitar 50 cm dan berat badan rata – ratanya sekitar 1,5 kg per ekor. Bebek dewasa siap bertelur pada umur 5,5 – 6 bulan dan masa produksinya sekitar 11 bulan secara terus menerus tiap tahun. Untuk berat telurnya sekitar 65 – 70 gram dengan produksi telur mampu mencapai 250 butir per ekor per tahun.
  2. Bebek / Itik Magelang
    Bebek / itik magelang memiliki ciri bentuk badan dan produksi telur dan masa siap bertelur menyerupai dengan bebek / itik tegal. Ciri lain dari bebek ini adalah pada umumnya warna bulunya kecoklatan dan terdapat warna putih melingkar pada leher menyerupai kalung.
  3. Bebek / Itik Mojosari
    Jenis bebek / itik ini memiliki postur tubuh sama dengan bebek / itik tegal, namun kebanyakan agak lebih kecil. Untuk produksi telur yang dihasilkan agak lebih besar dengan berat sekitar 70 gram per butirnya dengan warna cangkang telur biru kehijauan. Bebek ini mampu memproduksi telur hingga 200 per butir per ekor per tahun. Ciri lain dari bebek ini memiliki warna bulu kemerahan dan kombinasi warna coklat, putih dan hitam.
  4. Bebek / Itik Alabio
    Bebek / itik ini berasal dari Kalimantan dengan ciri diantaranya postur tubuh segitiga dan apabila berdiri membentuk sudut 60 derajad dengan tanah. Bebek / itik ini mampu memproduksi telur sebanyak 250 – 300 butir per ekor per tahun. Ciri lain dari bebek ini memiliki bulu berwarna abu – abu.

Pemeliharaan Bebek Petelur

A. Kandang Ternak Bebek Petelur

  • Untuk kandang bebek sebaiknya dibuat menghadap kearah timur agar mendapatkan sinar metahari pada pagi hari, sehingga dalam kandang menjadi sehat dan terang.
  • Ketinggian kandang itik sebaiknya tidak kurang dari 2 meter.
  • Dinding pada bagian bawah sebaiknya dibuat dari tembok dengan ketinggian 60 cm dari atas lantai, sedangkan pada bagian atasnya dibuat dari kawata atau bilah bambu yang dibuat berjarak.
  • Ukuran kandang menyesuaikan kondisi kepadatan bebek / itik dengan kondisi tidak terlalu sesak, semakin rendah kepadatan populasinya semakin baik pula pertumbuhan ternak.
  • Kepadatan populasi dalam kandang yakni 4 ekor per m2 untuk kandang tidur, sedangkan untuk kandang mainnya sekitar 2 ekor per m2.
  • Untuk jumlah ternak dalam sebuah kandang dianjurkan sekitar 50 ekor untuk mempermudah dalam memantau perkembangan ternak.

B. Pakan Ternak Bebek Petelur
Untuk pakan ternak bebek petelur dikelompokan menjadi 2 jenis, yakni pakan dari bahan nabati dan dari bahan hewani. Berikut penjelasannya :

  • Ransum ternak bebek dari bahan nabati merupakan pakan ternak yang terbuat dari tumbuhan, diantaranya dari dedak, bungkil kedelai, jagung, tepung gaplek, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, ampas tahu, tepung kedelai, tepung daun lamtoro, tepung daun turi, tepung daun pepaya dan sebagainya.
  • Ransum ternak bebek dari bahan hewani merupakan pakan ternak yang berasal dari berbagai jenis hewan diantaranya keong, cacing, bekicot. Selain itu bahan pakan hewani ini ada juga yang telah menjadi olahan pabrik, diantaranya tepung ikan, tepung limbah udang, tepung bulu, tepung kepala udang, tepung kerang dan sebagainya.

Untuk mencapai pertumbuhan yang optimal, bebek / itik memerlukan makanan tambahan dengan kandungan nutrisi yang lengkap yang tidak terdapat pada pakan, agar tujuan dalam produktivitas telur dapat dicapai secara optimal, baik kualitas dan kuantitasnya. Untuk pakan penunjang dengan kandungan nutrisi yang lengkap, PT Natural Nusantara mengeluarkan produk organik khusus ternak yakni VITERNA Plus dan POC NASA. Kandungan dari produk alami ini diantaranya adalah berbagai asam amino, vitamin dan mineral yang dibuat melalui pendekatan fisiologis ternak, sehingga diketahui kebutuhan nutrisi apa saja yang diperlukan bebek / itik petelur.

Kandungan VITERNA Plus Dan POC NASA
Berikut ini adalah beberapa kandungan dari Viterna Plus dan POC NASA, sebagai , yaitu :

  • Asam amino esensial yang diantaranya adalah Arginin, Leusin, Hiistidin, Isoleusin dan sebagainya yang bermanfaat dalam pembentukan sel dan organ tubuh ternak juga sebagai penyusun protein tubuh.
  • Vitamin kompleks yang bermanfaat untuk pertumbuhan fisiologis ternak secara normal serta menunjang peningkatan daya tahan tubuh ternak dari serangan penyakit.
  • Mineral lengkap diantaranya N, P, K, Ca, mg , Cl dan sebagainya yang bermanfaat sebagai penyusun darah, tulang serta untuk proses sintesis enzim untuk melancarkan proses metabolisme dalam tubuh.

Cara Penggunaan VITERNA Plus Dan POC NASA
Campurkan Viterna Plus dan POC NASA menjadi satu, kemudian siapkan komboran pakan konsentrat dalam satu wadah. Gunakan campuran VITERNA Plus dan POC NASA sebanyak 1 tutup botol per 5 kg pakan. Pemberian disarankan pada awal yakni pada saat itik masih berusia 1 minggu hingga telah berproduksi (bertelur).

Contoh Pola Pakan Ternak Bebek Petelur

UMURCONTOH PAKAN
Anak Bebek / Itik Starter (1– 8 minggu)Konsentrat atau pakan ayam starter BR1 (15 gram/minggu/ekor)
Masa pertumbuhan/Grower ( >8 minggu)
Kandungan Protein : 18 -21%
Jagung giling 45%, bekatul 15%, bungkil kelapa 4,5%, kedelai 15%, tepung daun lamtoro 5%, tepung ikan 10%, rumput kering 2%, tepung kerang 2%, tepung tulang 1% dan garam 0,5%
Masa Produksi/Layer
Kandungan Protein : 18%
3 kg konsentrat/pakan pabrik untuk itik petelur produksi, 6 kg jagung giling, 6 kg bekatul, dan 1,5 – 2 kg ketam cincang

Catatan :
Untuk pemberian pakan pada ternak bebek petelur secara umumnya akan mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan ternak, untuk jumlah kenaikan pakan dapat disesuaikan dengan bobot adri ternak tersebut. Untuk patokan dalam kenaikannya adalah sebanyak 15 gram per ekor per minggunya, sehingga pada usia minggu ke 9 jumlah pakan yang diberikan adalah sekitar 615 gram per ekor per minggu, kemudian minggu ke 24 sebanyak 840 gram per ekor per minggu. Untuk waktu pemberian pakan atau ransum untuk bebek / itik sebanyak 2 kali dalam sehari, yakni pada pagi hari jam 09.000 dan pada jam 14.00 siang.Pengendalian Penyakit Pada BebekHal pertama yang perlu diperhatikan memulai bisnis ternak bebek petelur adalah masalah pencegahan terhadap serangan penyakit. Berikut ini adalah beberapa upaya pencegahan penyakit terhadap ternak bebek petelur, diantaranya :

  • Lahan peternakan terbebas dari penyakit menular.
  • Kondisi kandang dan kolam aman, kuat serta terbebas dari penyakit. Apabila menggunakan kandang bekas budidaya sebelumnya, jandang harus dicucihamakan terlebih dahulu sebelum digunakan kembali menggunakan disinfektan kemudian diamkan beberap saat. Namun apabila kandang yang digunakan bekas dari bebek / itik yang sehat cukup dibersihkan menggunakan air biasa.
  • Untuk bebek / itik yang baru pertama masuk sebaiknya diletakkan di kandang karantina terlebih dahulu dengan perlakuan yang lebih khusus. Apabila terdapat bebek / itik yang bulunya terdapat penyakit, segera mandikan menggunakan sabun karbol, Bacticol Pour, Neguvon, Granade 5% EC atau Triatex sebanyak 4,5 gram per 3 liter air. Kemudian untuk membunuh kutu yang terdapat pada bebek / itik dapat dimandikan menggunakan larutan Asuntol sebanyak 3 – 6 gram per 3 liter air.
  • Usahakan kandang bebek / itik tidak dalam kondisi yang terlalu lembab serta terbebas dari genangan air, karena jika kondisi yang terlalu lembab atau terdapat genangan air dapat menjadi tempat berkembangnya bibit penyakit.
  • Atur kepadatan kondisi kandang secara tepat agar pertumbuhan itik dapat maksimal serta tidak memicu munculnya berbagai jenis penyakit.
  • Kondisi pakan bebek / itik harus selalu dalam kondisi baik, jangan gunakan pakan yang telah basi. Simpan pakan pada tempat yang kering agar terbebas dari jamur serta bau apek.

Penyakit Yang Menyerang Bebek PetelurA. Penyakit Parasit (cacingan, berak darah)

  • Untuk penyakit cacingan dapat diatasi menggunakan obat cacing dan dilakukan berulang selama 3 – 4 bulan sekali.
  • Untuk masalah berak darah dapat diatasi menggunakan obat antibiotika Sulfaquinoxaline yang dapat diperoleh di toko obat hewan.

B. Penyakit Bakterial (Salmonellosis, keracunan, cholera, kaki bengkak, Pasteurellosis, ngorok, Corryza/pilek, Coccidiosis)

  • Gejala dari penyakit Salmonellosis diantaranya adalah kotoran bebek / itik menjadi encer serta berwarna hijau agak keputihan, pernafasan tersengal – sengal (megap – megap), bulu mnjadi kusam serta sayap terkulai. Untuk pengobatan dapat diberikan dengan obat dengan kandungan antibiotika Sulfaquinoxaline dan Furasolidane. Obat Sulfaquinoxaline dicampurkan pada air minum ternak, sedangkan untuk Furasolidane dapat dicampurkan pada pakannya.
  • Untuk penyakit Cholera gejalanya adalah kotoran ternak berwarna hijau kekuningan. Untuk pengobatannya dengan menyuntikan penicilan pada bagian urat daging dada.
  • Pasteurellosis memiliki gejala warna kotorannya adalah kehijauan, terjadi gangguan pada mata ternak, pernafasan ternak tersumbat, terjadi batuk – batuk. Untuk pengobatannya dapat dengan menggunakan amoxicillin dan penicillin.
  • Corryza gejalanya adalah hidung mengeluarkan lendir atau terjadi pilek. Untuk mengobatinya dengan menggunakan obat antibiotika Streptomicin.
  • Coccidosis gejala yang dialami adalah tubuh itik / bebek menjadi lemah, kotoran itik cair serta bercampur dengan darah. Untuk pengobatannya dengan menggunakan obat antibiotika Spiramycin.

C. Penyakit Virus (hepatitis itik dan cacar)D. Penyakit Jamur (Afloktosikosis, Pneumonia)
Afloktosikosis disebabkan oleh pakan yang terinfeksi jamur. Pencegahan penyakit ini dengan selalu menjaga kondisi pakan agar tetap bersih serta menjaga kelembaban agar tidak terlalu tinggi. Untuk pengobatan pada ternak yang telah terserang adalah dengan menggunakan obat antibiotika Fenobartial. Obat ini dapat kita dapatkan di toko obat hewan terdekat.

Catatan :
Hal terpenting agar terhindar dari serangan penyakit selama budidaya bebek petelur adalah selalu menjaga kesehatan ternak dan menjaga kesehatan lingkungan sekitarnya secara rutin. Selalu lakukan pengamatan apabila terdapat gejala penyakit terhadap ternak untuk segera dilakukan tindakan agar ternak dapat disembuhkan serta tidak menyebar ke ternak lainnya.Demikianlah mengenai menggunakan produk NASA. Semoga dengan panduan dan pengetahuan tentang budidaya bebek / itik petelur dengan benar, dapat memberikan keuntungan yang besar dalam .

Incoming search terms: