Ternak Burung Puyuh

ternak puyuh organik nasa

ternak burung puyuhTernak burung puyuh organik NASA merupakan sebuah solusi dalam meningkatkan kualitas, kuantitas telur maupun daging burung puyuh.

Saat ini kebutuhan akan telur puyuh tergolong besar, sementara permintaan pasar belum tercukupi, baik kebutuhan telur puyuh segar, telur puyuh olahan, telur puyuh tetas serta daging burung puyuh itu sendiri. Hal ini terjadi karena dalam proses budidaya burung puyuh itu sendiri masih dalam skala kecil sehingga dibutuhkan usaha ternak puyuh secara intensif dan komersial.

Produktivitas Burung Puyuh
memiliki prospek yang sangat bagus, selain permintaan pasar yang besar, produksi telur dari burung puyuh tergolong tinggi dan cepat. Burung puyuh sudah siap bertelur pada umur 41 hari, sangat jauh bila dibandingkan dengan ayam ras yang baru mulai bertelur pada umur 6 bulan. Sedangkan untuk harga telur puyuh rata – rata lebih tinggi per kg nya bila dibandingkan dengan harga telur ayam ras.

Dalam satu tahun produksi telur puyuh dapat mencapai 300 butir telur per ekornya, sedangkan produksi telur ayam ras hanya 150 butir per ekor per tahunnya. Untuk berat telur puyuh rata – rata sekitar 10 gram per butirnya. Dalam memperoleh anakan burung puyuh dapat melalui penetasan sendiri atau dapat juga dengan membeli DOQ dari pembibit burung puyuh.

Cara

Kandang Burung Puyuh
Burung puyuh merupakan hewan dengan kepekaan yang tinggi, terutama terhadap suara – suara. Oleh karena itu sebaiknya lokasi kandang burung puyuh berada jauh dari lokasi pemukiman warga, karena suara bising dan hiruk pikuk pada lingkungan kandang dapat mengakibatkan burung puyuh mudah stress. Posisi menghadap kandang sebaiknya ke arah timur agar sinar matahari pagi dapat masuk ke dalam kandang. Dengan sinar yang cukup akan membuat lingkungan dalam kandang menjadi terang dan sehat. Untuk bagian atap hindari penggunaan seng karena dapat menimbulkan suara bising apabila turun hujan, serta peningkatan suhu panas yang terlalu tinggi apabila kemarau.

Kriteria kandang koloni burung puyuh pada umumnya adalah berukuran 1 x 1 meter dengan ketinggian sekitar 30 – 35 cm. Agar lebih mempermudah pada saat pengambilan telurnya, lantai kandang dibuat agak miring 10 – 20 derajat. Kandang koloni ini dapat dibuat sebanyak 3 – 5 tingkat, dengan diberikan penampung kotoran pada atas kandang yang berada diposisi bawah agar kebersihan kandang tetap terjaga. Sebagai alas kandang burung puyuh dapat menggunakan sekam dan ampas gergaji agar kaki brung puyuh tidak terperosok yang dapat mengakibatkan cedera, selain itu bahan – bahan tersebut dapat menjadi vitamin B12 yang bermanfaat untuk tubuh burung puyuh.

Kemudian hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah kepadatan populasi burung puyuh dalam sebuah kandang. Untuk kepadatan populasi burung puyuh yang sudah rutin bertelur yakni sebanyak 50 ekor per m2. Lakukan pembersihan kandang setiap hari, kemudian untuk mengurangi bau kotorannya dapat menggunakan ekstrak jahe dan kunyit yang diberikan melalui pencampuran bersama pakan burung puyuh.

Pakan Burung Puyuh
Berikut ini adalah jumlah rata – rata kebutuhan pakan burung puyuh :

UMUR (HARI)KEBUTUHAN PAKAN (GRAM/HARI)
0 – 102 – 3
11 – 204 – 5
21 – 308 – 10
31 – 4012 – 15
41 – AFKIR17 – 20

 

Untuk pakan burung puyuh dapat mengunakan pakan olahan pabrik atau dapat juga menggunakan pakan olahan sendiri atau dapat juga menggunakan campuran pakan olahan pabrik dengan pakan dari bahan baku lokal untuk menekan biaya pakan seperti dedak, bungkil kedelai, tepung jagung dan sebagainya. Kebutuhan jumlah protein untuk bibit burung puyuh sekitar 25 %, puyuh grower 20 – 22 % dan untuk puyuh layer 18 – 20 %. Terkadang pada saat jatah pakan burung puyuh sudah habis (pada umunya malam hari), maka untuk pemberian penambahan pakan dapat ditoleransi maksimal sebanyak 10 %. Pemberian tersebut tergolong sudah tidak ekonomis.

ternak puyuh petelurSelain pemberian pakan pokok, ternak burung puyuh masih memerlukan pakan tambahan agar tercukupi kebutuhan nutrisinya yang tidak terdapat pada pakan pokoknya, agar pertumbuhan dan produksi telur lebih optimal dan untuk menghindari serangan penyakit. Dengan demikian tujuan dari bisnis burung puyuh melalui produksi telur dan dagingnya dapat tercapai.

PT Natural Nusantara akan terus berupaya dalam membantu meningkatkan produksitivitas telur dan daging puyuh melalui suplemen produk organik yaitu, VITERNA PLUS dan POC NASA.

Berikut beberapa kandungan yang terdapat dalam VITERNA Plus dan POC NASA yang dibutuhkan burung puyuh, diantaranya :

  • Asam amino esensial diantaranya Ariginin, Leusin, Histidin, Isoleusin dan sebagainya yang bermanfaat untuk pembentukan sel dan organ tubuh burung dan untuk penyusun protein.
  • Mineral yang lengkap diantaranya N, P, K, Ca, mg, Cl dan sebagainya yang bermanfaat untuk penyusun tulang, darah yang berperan untuk mensintesis enzim sehingga proses metabolisme dalam tubuh berjalan dengan baik, sebagai penyusun tulang dan sebagainya.
  • Vitamin lengkap yang bermanfaat untuk proses pertumbuhan fisiologis secara normal serta menjaga daya tahan tubuh ternak terhadap serangan penyakit.

Cara Penggunaan Produk Nasa Untuk Burung Puyuh
Cara penggunaan produk ini sangat mudah, campurkan VITERNA Plus dan POC NASA menjadi satu bagian, kemudian setiap 1 tutup botol campuran tersebut dicampur dengan 10 liter air minum ternak. Berikan secara rutin 3 hari sekali terutama pada pagi hari. Untuk pemberian air minum ini dapat diberikan secara tidak terbatas, apabila air minum sudah habis segera isi kembali. Air minum yang digunakan harus bersih serta terbebas dari logam berbahaya dan mikroorganisme. Gunakan tempat air minum dari bahan yang tidak mudah berkarat.

Pengendalian Penyakit Ternak Burung Puyuh

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam beternak burung puyuh adalah mengenai penanganan terhadap serangan penyakit. Berikut ini beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan terhadap masalah penyakit burung puyuh, diantaranya :

  • Pastikan lahan yang akan digunakan sebagai tempat beternak burung puyuh terbebas dari penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan burung.
  • Lakukan sanitasi kandang secara rutin untuk menjaga kondisi kandang agar tetap sehat. Untuk kandang burung puyuh yang akan digunakan bekas dari burung puyuh yang terserang penyakit, maka kandang tersebut harus dicucihamakan menggunakan disinfektan dan dibiarkan beberapa saat sebelum digunakan kembali.
  • Untuk kandang puyuh yang akan digunakan bekas dari ternak yang sehat cukup dibersihkan menggunakan air biasa.
  • Melakukan isolasi terhadap ternak yang telah terserang untuk dilakukan perawatan lebih lanjut.
  • Lakukan penyemprotan menggunakan disinfektan terhadap barang – barang dalam kandang atau orang dan kendaraan yang keluar masuk kandang dan selama masa produksi hindari pergantian petugas kandang.
  • Waktu pengambilan telur sebaiknya dilakukan pada pagi hari yakni pada pukul 07.00 – 08.000 atau pada sore hari pada pukul 15.00 – 16.00.

Berikut ini beberapa jenis penyakit yang dapat menyerang ternak burung puyuh, diantaranya :

1. Penyakit ND
Jenis penyakit ini sangat mengganggu pertumbuhan ternak burung puyuh. Ternak yang terserang penyakit ini biasanya akan mengalami gangguan nafas, ngorok, bersin, batuk – batuk, kaki lumpuh, sayap terkulai dan kotoran akan berwarna hijau bias dan bercampur darah. Untuk saat ini masalah penyakit ini belum ditemukan pengobatannya.

2. Penyakit Aspergillosis
Gejala dari penyakit ini adalah terjadi masalah pernafasan dan selalu mengantuk. Penyakit ini disebabkan oleh jamur, untuk obat – obatannya dapat diperoleh pada toko hewan terdekat.

3. Penyakit Bakterial (Cholera, Salmonellosis, Coccidiosis, Pasteurellosis, Corryza, Ngorok, Keracunan, kaki bengkak)

  • Cholera, gejala dari penyakit ini ditandai dengan kotorannya berwarna hijau kekuningan. Untuk pengobatannya dengan menyuntikan penicilin pada bagian urat daging dada.
  • Salmonellosis, gejala dari penyakit ini ditandai dengan kotran burung puyuh yang encer serta berwarna hijau keputihan, pernafasan tersengal, sayap dan bulunya mulai terkulai. Pengobatannya dengan memberikan obat dengan kandungan antibiotika Sulfaquinoxaline dan Furasolidane. Untuk Sulfaquinoxaline diberikan dengan mencampurkannya pada air minum, sedangkan Furasolidane dengan mencampurkannya pada pakan.
  • Pasteurellosis, gejala dari penyakit ini adalah kotorannya yang berwarna kehijauan, penyumbatan pada pernafasan, gangguan mata, batuk – batuk. Untuk pengobatannya dengan menggunakan antibiotika Penicillin, Amoxicillin.
  • Corryza, gejala dari penyakit ini adalah hidung berlendir atau terjadi pilek. Untuk pengobatannya dengan memberikan antibiotika Streptomicin.
  • Coccidosi, gejala dari penyakit ini adalah tubuh ternak menjadi lemah, kotoran berbentuk cair dan bercampur darah. Untuk pengobatannya dengan menggunakan antibiotika Sulafaquixalibn atau tetra sulfa.
  • Ngorok, untuk masalah ini dengan menggunakan antibiotika Spiramycin.

Untuk menghindari berbagai serangan penyakit pada ternak adalah dengan melakukan peningkatan kesehatannya. Jaga dan bersihkan sanitasi lingkungan kandang secara rutin, berikan nutrisi yang cukup pada ternak, selalu lakukan pengamatan pada ternak untuk mengetahui apabila terjadi gejala untuk segera dilakukan tindakan berikutnya.

Demikian mengenai tips ternak burung puyuh dengan produk NASA, semoga melalui pengetahuan serta langkah – langkah dalam secara organik dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi para peternak.

Incoming search terms: