Tomcat Kawan Petani Pembasmi Hama Wereng

Tomcat Kawan Petani Pembasmi Hama Wereng

Tomcat Kawan Petani Pembasmi Hama Wereng

Tomcat Kawan Petani Pembasmi Hama WerengSerangga Tomcat sejatinya adalah serangga pembasmi hama wereng yang dapat mengganggu budidaya pertanian.

Beberapa waktu lalu tomcat menjadi bahan perbincangan karena serangga yang hidupnya di sawah atau kebun ini, masuk ke area pemukiman masyarakat. Serangga tomcat sebenarnya tidak menyerang manusia, tetapi serangga ini mempunyai racun yang dapat membuat kulit manusia terasa gatal, perih dan panas hingga melepuh untuk beberapa saat.

Bagaimana serangga ini dapdat menyerang pemukiman masyarakat ? Sebenarnya serangga tomcat merupakan penghuni asli persawahan, tetapi pada malam hari serangga ini akan aktif untuk terbang dan tertarik dengan cahaya lampu. Hal tersebutlah yang melatar belakangi pada kejadian di kompleks apartemen didaerah Surabaya. Terdapat beberapa kemungkinan yang dapat menjelaskan terhadap terjadinya ledakan serangga tomcat, yaitu :

  • Pertama, Meningkatnya populasi serangga tomcat menjelang akhir musim hujan (sebelumnya masih dalam stadia larva dan pupa).
  • Kedua, Terjadi pada saat yang bersamaan dengan waktu panen, sehingga serangga tomcat beterbangan kearah sumber cahaya yang merupakan pemukiman masyarakat.
  • Ketiga, Lokasi pemukiman masayarakat terdapat pada daerah perkembangbiakan serangg tomcat, seperti didaerah dekat dengan persawahan, daerah pinggiran hutan yang lembab atau daerah berawa. Karena hal tersebut serangga akan tertarik terhadap datangnya sumber cahaya lampu yang merupakan daerah pemukiman masyarakat.

Apakah serangga tomcat berbahaya ? Sesungguhnya serangga tomcat bukan serangga yang berbahaya karena tidak menyengat atau menggigit. Namun serangga ini akan mempertahankan diri apabila terganggu, atau terjepit secara tidak sengaja, yang akan mengeluarkan cairan dan jika terkena kulit tubuh akan terasa panas memerah hingga melepuh seperti terbakar (dermatitis) dalam waktu yang sementara.

Gejala yang terasa pada kulit ini dikarenakan cairan yang terdapat pada tubuh tomcat memiliki kandungan zat pederin yang bersifat sebagai racun. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa zat pederin ini memiliki racun 15 kali lebih beracun dari pada bisa ular kobra. Pada akhir – akhir ini diketahui bahwa produksi zat pederin pada tubuh serangga tomcat ini bergantung terhadap adanya bakteri Pseudomonas sp. yang bersimbiosis pada tubuh serangga tomcat betina. Zat pederin akan bersirkulasi dengan darah serangga tomcat, yang akan terbawa hingga ke keturunan serangga tomcat (telur, larva, pupa dan serangga). Tetapi serangga tomcat betina yang memiliki kandungan bakteri mampu menghasilkan zat pederin lebih banyak dari pada serangga yang didalam tubuhnya tidak terdapat bakteri simbion.

Pencegahan Serangan Serangga Tomcat

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan serangga tomcat, diantaranya :

  • Apabila menemukan serangga tomcat jangan di pencet agar racunnya tidak mengenai kulit. Masukan serangga ke dalam plastik secara hati – hati kemudian buang pada tempat yang aman atau pada habitat aslinya.
  • Hindari agar tidak terkena serangga tomcat ini pada kulit terbuka.
  • Selalu usahakan pintu agar tetap tertutup serta jendela di beri kasa nyamuk untuk menghindari serangga masuk ke dalam rumah dan tempat tidur diberi kelambu apabila daerah anda sedang ada masalah serangga ini.
  • Apabila kondisi serangga terlalu banyak, maka lampu dapat di tambahkan jaring pelindung agar serangga tidak jatuh ke manusia.
  • Hindari untuk menggosok bagian kulit atau mata apabila terkena serangga ini, singkirkan serangga dengan hati – hati dengan cara menggunakan kertas atau meniupnya untuk kemudian di masukan kedalam plastik dan di kembalikan ke habitat aslinya.
  • Selalu lakukan inspeksi terhadap dinding atau langit – langit rumah dekat lampu sebelum tidur, apabila ada singkirkan dengan tidak menyentuhnya. Apabila tersentuh kulit maka aliri kulit dengan air mengalir dan diberi sabun.
  • Jaga kebersihan lingkungan rumah, terutama pada tanaman yang kurang terawat yang dapat menjadi tempat serangga paederus.

Langkah terbaik dalam merelokasi serangga tomcat yaitu dengan mengembalikan serangga tomcat pada habitat aslinya, di karenakan serangga tomcat merupakan kawan petani dalam yang dapat menganggu budidaya pertanian. Terjadinya outbreak pada serangga ini di akibatkan populasi predatornya yang menurun. Untuk cara merelokasi tomcat yang terdapat di pemukiman masyarakat adalah dengan pemasangan lampu UV pada sekitar rumah. Tangkap dan kumpulkan kedalam plastik untuk selanjutnya dipindahkan ke persawahan agar, untuk membantu petani agar tidak terjadi outbreak pada hama wereng sehingga budidaya pertanian berjalan dengan baik.

Jadi jangan bunuh tomcat ya… Karena serangga ini bermanfaat untuk .

Incoming search terms: